Sekolah Pascasarjana UGM Penuhi Sendiri Kebutuhan Pupuk Kompos. Produksi Capai 750 Kg.
Sekolah Pascasarjana Universitas Gadjah Mada membuktikan komitmennya pada keberlanjutan lingkungan dengan langkah nyata: memproduksi pupuk kompos secara mandiri hingga 750 kg. Melalui pengelolaan sampah organik dari lingkungan kampus, inisiatif ini tidak hanya mengurangi limbah, tetapi juga mengubahnya menjadi sumber daya yang bernilai bagi penghijauan dan pertanian di sekitar kampus.
Program ini menjadi contoh praktik circular economy di lingkungan pendidikan tinggi—di mana sisa organik diolah kembali menjadi pupuk berkualitas untuk menyuburkan taman, kebun, dan ruang hijau kampus. Prosesnya melibatkan pemilahan, pengomposan terkontrol, hingga pemanfaatan hasil kompos yang ramah lingkungan dan hemat biaya.
Dalam video ini, Anda akan melihat bagaimana Sekolah Pascasarjana UGM mengelola sampah organik secara sistematis, tahapan produksi kompos, hingga dampak nyatanya bagi lingkungan kampus. Sebuah inspirasi bahwa kemandirian pengelolaan limbah bisa dimulai dari institusi pendidikan dan direplikasi di berbagai tempat.