Riset ini berkontribusi pada pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SustainableDevelopment Goals/SDGs), khususnya SDG 9 (Industry, Innovation and Infrastructure) melaluipengembangan teknologi bioproses berbasis enzim termostabil untuk industri pangan danbiomassa, serta SDG 12 (Responsible Consumption and Production) melalui pemanfaatan mikroorganisme guna meningkatkan efisiensi proses produksi dan mengurangi limbah biomassa.
Hasil anotasi genom mengidentifikasi sejumlah gen pengkode enzim termostabil penting, antaralain aprX (alkaline protease), nprA (neutral protease), amys (alpha-amylase), apu(amylopullulanase), celA (cellulase), xynA (xylanase), dan lipA (lipase).
Enzim-enzim tersebut memiliki potensi luas untuk berbagai aplikasi industri, termasuk hidrolisispati, pengolahan pangan bersuhu tinggi, konversi biomassa, serta produksi metabolit sepertiasam asetat dan hidroksibutirat. Selain itu, analisis filogenetik menunjukkan kedekatanGeobacillus sp. DS3 dengan Geobacillus thermoleovorans dan Geobacillus kaustophilus, yang semakin menguatkan karakter termofilik isolat tersebut.
Penelitian dini diketuai oleh Dr.rer.nat. Lucia Dhiantika Witasari, S.Farm., Apt., M.Biotech dari Prodi Bioteknologi SPs UGM